Tim IndoQCT Universitas Diponegoro menggelar Grand Launching Software IndoQCT v.26d, Sabtu 10 Januari 2026. Perkembangan pencitraan dan komputasi CT Scan terus berkembang semakin presisi, efisien dan adaptif. Panitia Penyelenggara, Prof. Heri Sutanto mengatakan “Pengembangan IndoQCT melalui riset kolabotarif lintas disiplin menghasilkan pembaruan perangkat lunak CT Scan IndoQCT v26.d yang mengusung beberapa perbaikan dan keunggulan pada aspek akurasi, rekonstruksi, fleksibilitas, kemudahan penggunaan, penyimpanan”, ungkap Prof Heri.
IndoQCT merupakan perangkat lunak (software) hasil inovasi peneliti Universitas Diponegoro untuk mengukur dan menganalisis kualitas citra CT (Computed Tomography) Scan secara otomatis menggunakan berbagai phantom uji dan bahkan citra pasien, mendukung kontrol kualitas rutin, penelitian, dan pendidikan di bidang fisika medis, menjadikannya alat yang komprehensif dan efisien bagi Fisikawan Medis.

Dr. Choirul Anam, S.Si., M.Si., F.Med. adalah inventor IndoQCT, yang merupakan dosen dan peneliti Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP. Pada tahun 2016, dia melakukan penelitian tentang dosimetri computerized tomography (CT) di Kyushu University (KU). Saat ini beliau bekerja sebagai Dosen dan Peneliti di UNDIP. Minat penelitiannya adalah rekonstruksi citra medis, pengolahan citra medis, dan dosimetri untuk radiologi diagnostik, khususnya CT. Dr Anam merupakan salah satu ilmuwan Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Fakultas Sains dan Matematika meraih penghargaan The IUPAP Early Career Scientist Prize in Medical Physics 2022. Penerima penghargaan ini merupakan ilmuwan muda yang dianggap paling memberikan kontribusi bagi fisika medis di dunia dan telah melakukan penelitian fisika medis dalam waktu maksimal 8 (delapan) tahun setelah lulus dari program doktor.
Perangkat lunak (software) IndoQCT telah memberikan kontribusi global dan diunduh serta digunakan oleh para profesional dan peneliti di lebih dari 90 negara. Meskipun dikembangkan oleh tim peneliti dari Departemen Fisika Universitas Diponegoro (Undip), Indonesia, perangkat lunak ini memiliki jangkauan internasional yang luas. IndoQCT digunakan secara global oleh mahasiswa, praktisi, akademisi, dan peneliti untuk analisis kualitas citra CT scan secara otomatis. Beberapa kontribusi IndoQCT secara global seperti penggunaan Penelitian, negara pengembang, validasi internasional.
Direktur Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Kerja Sama (DIRINOVKI) UNDIP, drh. Dian Wahyu Harjanti PhD, menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, seluruh tim inventor IndoQCT, dan tentunya mitra. Lebih lanjut beliau menyampaikan visi Universitas Diponegoro sebagai Universitas berkelas dunia yang berorientasi pada inovasi dan teknologi. “Peluncuran software IndoQCT terbaru ini merupakan implementasi nyata visi UNDIP tersebut khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran”, tambah Direktur DIRINOVKI.
Pihak mitra Inovasi yaitu PT Quarta Medica Indonesia (PT QMI), menyatakan berkomitmen kerja sama berkelanjutan atas produk IndoQCT kebanggan UNDIP. Hal ini berarti Inovasi IndoQCT ini memiliki potensi kerja sama yang lebih luas ke depannya. “Ke depannya kami akan terus memperkenalkan dan memasarkan software IndoQCT ke berbagai instansi seperti industri kesehatan, pendidikan maupun personal”, ungkap PIC Mitra. Di sisi lain, testimoni atas penerapan IndoQCT di lapangan, diberikan oleh Hanendya, seorang praktisi dari departemen radiologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Menurutnya IndoQCT ini banyak membantu tugasnya sebagai fisikawan medik untuk melakukan kendali mutu CT Scan secara otomatis, sehingga meminimalkan kesalahan dan sangat efisien. “Kami juga telah melaksanakan riset kolaboratif bersama Dr. Anam terkait penggunaan IndoQCT, serta menghasilkan beberapa publikasi ilmiah”, kata Hanendya.